Showing posts with label Windows Hosting. Show all posts
Showing posts with label Windows Hosting. Show all posts

TIPS - TIPS WINDOWS HOSTING - CARA TRANSFER DOMAIN (PUBLIC DOMAIN REGISTRAR)

Setelah sebelumnya membahas tentang error Could not load file or assembly 'System.Web.Extensions, pada artikel kali ini akan membahas bagaimana prosedur pindah domain dari registrar lain ke public domain registrar.  Saat anda akan memindahkan domain anda dari registrar satu ke registrar lain, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukannya. Berikut adalah syarat yang harus dipenuhi:


  • Pertama anda dharus memastikan bahwa domain name anda harus “UnLocked”. Anda bisa menghubungi domain registrar anda sekarang atau anda bisa melakukannya sendiri.  Untuk mengecek domain anda “Locked” atau “UnLocked” anda bisa mengeceknya dengan Whois. Jika anda melakukan dengan sendiri maka anda harus masuk domain panel registrasi. Untuk meng “UnLocked” domain anda.

  1. Pilih Theft Protection, kemudian pilih “disable”, maka domain name anda sudah ter “Unlocked”.

  • Selanjutnya adalah anda harus memastikan bahwa domain name anda yang saat ini ada, tidak sedang baru di daftarkan atau di perbaharui. Anda harus menunggu selama 60 hari dan setelah itu anda baru bisa memindahkan domain name anda ke registrar lain.

  • Anda harus mendapatkan  AUTH_CODE (EPP_CODE) yang valid. Disini anda bisa menghubungi domain registrar anda sekarang atau dengan melalui domain panel registrasi.

  1. Pilih Domain Secret untuk melihat AUTH_CODE.

  • Terakhir pastikan anda bisa mempunyai akses ke email yang ada di domain anda. Anda bisa mengecek nya di Whois. Jika anda tidak mempunyai akses untuk tahu email account, maka hubungi registrar domain anda. Jika anda bisa masuk ke domain panel registrasi, maka anda bisa mengecek email domain anda.

  1. Pilih Contact Details, dan anda bisa mengetahui email nya.


Penting : domain name yang bisa di pindahkan merupakan domain “common domain TLDs”, bukan domain Negara seperti US,BZ,CA,MX dan lainnya.

TIPS - TIPS WINDOWS HOSTING - CARA MENANGANI ERROR 500.24 - INTERNAL SERVER ERROR

Setelah sebelumnya saya menjelaskan tentang bagaimana mengubah default collation dan default language, kali ini akan membahas tentang error yang sering muncul di pada web anda. Apakah anda sering atau pernah menemukan error seperti dibawah ini?. Anda sebagai Admin Server dari suatu Web Hosting harus tahu tentang ini. Ini adalah tampilan error ketika anda melihatnya di server. 


Tetapi jika anda hanya melihat di local, hanya terlihat seperti error berikut.


Susah juga jika error yang kita lihat tidak spesifik seperti ini.Bagaimana cara kita tahu dimana kesalah kita?. Pada dasarnya, untuk menangani error semacam tersebut anda harus lihat di server kemudian anda akan lebih jelas mengetahui apa yang salah. 

Langkah-langkah untuk menyelesaikan error tersebut adalah

  • "An ASP.NET setting has been detected that does not apply in integrated managed pipeline mode", berarti error ini menyangkut tentang pipeline mode yang ada di IIS.
  • Buka IIS -> pilih application pools -> cari website yang error (domainnya)
  • Advance setting 

  • klik 2 kali di "integrated" nya, ganti mejadi classic.
  • OK.
Itu lah cara menangani masalah "pipeline mode". semoga bisa membantu anda. Terima kasih


TIPS - TIPS HOSTING - CARA SETUP IP STATIC (PLESK PANEL)

Jika anda ingin menjalankan sementara website anda di suatu server, anda butuh static IP. Static IP bisa anda beli pada penyedia hosting anda. Sebelumnya telah dibahas bagaimana setup SSL, sekarang akan dijelaskan bagaimana setup static IP untuk seorang client.

1. Masuk ke Plesk Panel
2. Pilih menu client dan pilih client yang menginginkan setup static IP.
3. Pada menu “Additionals Tools”, pilih IP  Addresses
4. Add IP Address , Isikan sesuai IP yang client telah beli, ok
5. Kemudian ke interface utama, pilih web hosting settings
6. Ganti IP address dengan yang sudah anda setup tadi, ok

Setelah selesai konfigurasi di Plesk Panel, maka sekarang ke IIS.

1. Pada IIS pilih site “Client”
2. Pilih Bindings.


3. Hapus semua site Binding yang ada. Kemudian klik “Add” .  Isi IP Address dengan IP yang client sudah beli. Hostname tidak usah  diisi.


* Untuk menambahkan IP Static pada Subdomain misalnya "stat.andry.com", maka anda cukup ke bagian DNS settings. Klik domain "stat.andry.com" kemudian atur IP sesuai IP static dan langkah selanjutnya adalah sama seperti diatas. 

IIS Hosting Tips - IP Pada Sites "IIS"

Setelah lama tidak membuat postingan, kali ini saya akan menjelaskan apa yang ada di site IIS. Sebelumnya juga telah dibahas tentang IIS yaitu setup SSL dan mengatur halaman default . IIS ini banyak digunakan pada server .
Pada menu “Sites” IIS terdapat banyak ip yang sebenarnya mempunyai makna beda walaupun hampir sama penamaan nya. Oleh karena itu akan saya jelaskan lebih rinci.


  • 1.10.57.**.*
Ini merupakan Private IP. Private IP ini bisa digunakan untuk berkomunikasi misalkan saya sedang berada pada server 166 dan ingin mengcopy file atau mengunjungi server 180. Kita bisa memakai Private IP

  •   ***.168.***.3
Ini merupakan Public IP, Public IP sifatnya umum karena bisa diakses semua orang

  •  ***.173.***.68
Ini merupakan Shared IP. Dari nama nya, Shared IP berrti bisa diduga adalah IP yang dibagi (Shared). Jadi 1 IP dibagi ke beberapa website

  •  ***.173.***.69
Ini merupakan Control Panel IP. Untuk mengakses CP bisa digunakan alamat web CP nya sendiri atau dengan mengakses IP dari CP nya

  • ***.173.***.70
Ini merupakan Mail IP.

  • ***.173.***.71
Ini merupakan NS IP (Name Server IP). NS IP bisa berbeda-beda tergantung penyedia hosting yang anda pakai. Ingat NS itu harus disesuaikan kepada penyedia hosting. Jika tidak disesuaikan website tidak akan jalan. Tetapi jika anda ingin mejalankan suatu website tanpa mau point NS IP ke penyedia hosting maka anda harus mengganti Localhost file anda.


Pada IIS ini, untuk lebih bisa tau, mudah caranya untuk mengerti urutan IP apa saja dengan menghafalkan urutan dan setiap penambahan 1 digit IP angka paling belakang. 


Cara Restore database di MSSQL



Setelah sebelumnya belajar cara backup database. Sekarang akan belajar tips untuk me restore database MSSQL. Untuk itu anda harus login terlebih dahulu. Klik kanan pada databases => new database. Isikan database name dengan nama database yang diinginkan. Setelah selesai pilih ok.

Bagaimana Cara Setup SSL Di IIS

  1. Cara mengatur SSL yang paling pertama kali adalah harus mempunyai static IP. Pastikan IP Static diketahui, jika tidak tahu maka anda harus hubungi helpdesk tempat anda menghosting web anda. 
  2. Perlu di ingat bahwa penamaan SSL sangat rinci jadi jangan sampai salah. Seperti misalkan  https://www.selangseling.net  sangat berbeda dengan http://selangseling.net  . Anda ingin menerapkan SSL di https://www.selangseling.net  maka penamaan SSL website nya adalah www.selangseling.net  . Jika anda ingin di https://blog.selangseling.net  maka penamaan SSL website nya adalah blog.selangseling.net  
  3. Setelah selesai anda harus mengirimkan sebuah isian  untuk di validasi. Seperti ini yang harus di isikan dengan benar.

Backup Database di MSSQL


Untuk memback up database melalui server terlebih dahulu Connect MSSQL. Terilhat pada gambar dibawah terdapat sebuah database “majalah”.  

Cara mengatur halaman default di IIS



Sebelum mengatur halaman default di IIS, kita harus mengetahui apa itu IIS?. IIS merupakan singkatan dari Internet Information Services, aplikasi perangkat lunak web server dan set fitur modul ekstensi yang dibuat oleh Microsoft untuk digunakan dengan Microsoft Windows [2] IIS 7.5 mendukung HTTP, HTTPS, FTP, FTPS, SMTP dan NNTP. Ini merupakan bagian integral dari keluarga Windows Server produk (dan rekan-rekan klien mereka dalam kasus Windows NT 4.0 dan Windows 2000), serta edisi tertentu dari Windows XP, Windows Vista dan Windows 7. IIS tidak diaktifkan secara default ketika Windows diinstal. IIS Manager diakses melalui Microsoft Management Console atau Administrative Tools di Control Panel.